Selamat Datang di BNI Life show full header
Tinjauan Pasar Harian

Tinjauan Pasar Harian

02 Desember 2016

Pasar Saham Indonesia :

Bursa Saham Indonesia (02/12)meningkat sebesar 49.85 poin (0.96%), menjadi 5198.76. Sektor yang mengalami penguatan tertinggi yaitu Pertambangan (2.45%, Aneka Industri (1.77%), dan Konsumsi (1.55%). Sedangkan sektor yang melemah yaitu Properti (-0.66%) dan Industri Dasar (-0.31%). Sebagian pelaku pasar kembali melakukan aksi beli memanfaatkan harga saham yang masih relatif rendah.

Pasar Surat Utang Indonesia :

Imbal hasil rata-rata Indonesia Government bond mengalami  dengan penurunan yield sebesar  3.21bps. Yield dengan penurunan terbesar terjadi pada tenor jangka pendek (1-4 tahun) sebesar 3.91bps, kemudian tenor jangka panjang (8-30 tahun) turun 3.23bps, sedangkan yield tenor jangka menengah (5-7 tahun) turun sebesar 2.09bps. Sedangkan Harga seri SUN benchmark mengalami koreksi dengan pelemahan rata-rata sebesar 1.37bps, penurunan terbesar pada FR0073 sebesar 16.96bps. Meredanya sentimen dari Amerika Serikat dan adanya keputusan OPEC untuk memangkas produksi minyak menjadi sentimen eksternal terhadap naiknya pasar obligasi domestik.

 

Bursa Amerika Serikat ditutup mixed. DJIA naik 0.36% ke level 19191.93, S&P 500 turun 0.35% ke level 2191.08, Nasdaq melemah 1.36% ke level 5251.11. Bursa Jerman DAX turun 1.00% ke level 10534.05. Sementara bursa saham kawasan asia  pagi ini dibuka melemah. Nikkei turun 0.63%, Hang Seng negatif 1.16%, Strait Times melemah 0.23%

Berita Harian :

  • Bagi Bank Indonesia (BI), periode Desember 2016 sepertinya akan menjadi waktu yang tidak mudah untuk memperkirakan arah kondisi ekonomi ke depan. Seperti kita ketahui, setiap kebijakan yang dikeluarkan otoritas moneter ini akan bersifat forward looking alias memandang cukup jauh ke depan. Kondisi ini tidak lepas dari masih belum pastinya kondisi ekonomi setelah Donald Trump terpilih sebagai presiden Amerika Serikat (AS). Ada dua hal yang akan dilihat BI dari perkembangan di negeri paman sam itu. Pertama, kepastian mengenai rencana Trump sebagai Presiden yang akan ditunjukkan melalui pidato kenegaraan pertamanya nanti pada Januari, setelah melantik kabinet. Kedua, BI menanti respon Bank Sentral AS, The Federal Reserve (Fed). Apakah The Fed jadi atau tak jadi menaikkan kembali suku bunga di Desember. Setelah itu, apakah di tahun 2017 nanti, The Fed akan menaikkan suku bunga lagi atau tidak.
  • Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, inflasi November 2016 sebesar 0,47%. Dengan perkembangan tersebut inflasi tahun kalender Januari-November 2016 sebesar 2,59% dan inflasi tahunan November 2016 sebesar 3,58%. Meski inflasi tahunan November meningkat, inflasi inti November tahun ini justru menurun menjadi 3,07% year on year (YoY) dibanding bulan sebelumnya. Bahkan inflasi inti tersebut menjadi inflasi inti terendah sejak tahun 2004. Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, rendahnya inflasi inti tersebut terjadi karena melambatnya perdagangan dunia. Hal tersebut membuat barang-barang ekspor Indonesia tidak mudah menembus pasar internasional.
  • Sumber: Kontan, Investor Daily
Tinjauan Pasar Mingguan
Harga Unit Link
  • Syariah Balance
    2016-12-02
    1058.24
    2016-12-01
    1045.00
     1.2672
  • Syariah Fixed Income
    2016-12-02
    1746.80
    2016-12-01
    1745.32
     0.0848
  • Syariah Equity
    2016-12-02
    1027.64
    2016-12-01
    996.06
     3.1703
  • Dana Aktif
    2016-12-02
    1691.80
    2016-12-01
    1669.20
     1.3544
  • Dana Maxima
    2016-12-02
    1956.99
    2016-12-01
    1936.46
     1.0600
  • Dana Maxima Plus
    2016-12-02
    2249.04
    2016-12-01
    2225.20
     1.0716
  • Dana Agresif
    2016-12-02
    879.59
    2016-12-01
    875.49
     0.4683
  • Dana Kombinasi
    2016-12-02
    1396.63
    2016-12-01
    1391.42
     0.3743
  • Dana Selaras
    2016-12-02
    1988.16
    2016-12-01
    1975.35
     0.6485
  • Dana Selaras Plus
    2016-12-02
    1916.13
    2016-12-01
    1903.65
     0.6558
  • Dana Cemerlang
    2016-12-02
    1414.82
    2016-12-01
    1413.25
     0.1114
  • Dana Stabil
    2016-12-02
    1880.02
    2016-12-01
    1877.79
     0.1186
  • Dana Stabil Plus
    2016-12-02
    1669.26
    2016-12-01
    1667.37
     0.1137
  • Dana Mapan
    2016-12-02
    977.78
    2016-12-01
    976.68
     0.1126
  • Dana Secure USD
    2016-12-02
    1.28
    2016-12-01
    1.29
     -0.7295
  • Hy End
    2016-12-02
    0.00
    2016-12-01
    1264.93
     -100.0000
Pilih Jenis Dana

Pilih Tanggal Awal

Pilih Tanggal Akhir



Nama Dana : B-life Spektra Link Dana Selaras.   Periode : 18-06-2009 s/d 02-12-2016
Return: B-Life Link Dana selaras sejak 18-06-2009 hingga 02-12-2016 adalah 91.61%
Tanggal Harga Unit
02-Dec-16 1916.13
01-Dec-16 1903.65
30-Nov-16 1896.01
29-Nov-16 1886.12
28-Nov-16 1890.64
25-Nov-16 1892.94
24-Nov-16 1919.69
23-Nov-16 1918.97
22-Nov-16 1915.08
21-Nov-16 1926.59